Connect with us

Kepedulian

Enam Kelurahan Terdampak Krisis Air, Camat Banjarmasin Tengah Dorong Solusi Air Bersih

Published

on

HABARPAM.COM, BANJARMASIN – Krisis air baku dan meningkatnya salinitas air laut yang berdampak terhadap distribusi air bersih menjadi perhatian serius di Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Persoalan tersebut dibahas dalam audiensi yang digelar di Aula Kecamatan Banjarmasin Tengah, Selasa (15/9/2026), melibatkan pihak kecamatan, kelurahan, masyarakat terdampak serta PT Air Minum Bandarmasih.

Camat Banjarmasin Tengah, H. Hidayatullah, mengatakan terdapat enam kelurahan di wilayahnya yang sangat terdampak akibat krisis air dan peningkatan salinitas.

“Di Kecamatan Banjarmasin Tengah terdapat 12 kelurahan. Ada enam kelurahan yang sangat terdampak dari adanya krisis air dan peningkatan air laut yang terkontaminasi,” ujar Hidayatullah.

Menurutnya, kelurahan yang terdampak di antaranya Antasan Besar, Pasar Lama, Kamboja, Kertak Baru Ilir (KBI), dan Teluk Talam, serta satu kelurahan lainnya yang turut terdampak.

Hidayatullah berharap audiensi tersebut menghasilkan solusi konkret yang dapat dirasakan langsung masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air dengan kualitas yang layak.

“Kami berharap kegiatan pada hari ini dapat memberikan dampak kepada masyarakat, khususnya warga Kecamatan Banjarmasin Tengah,” katanya.

Ia juga meminta berbagai usulan yang disampaikan masyarakat maupun pihak kelurahan dapat menjadi perhatian dan disetujui PT Air Minum Bandarmasih.

“Kami mengharapkan apa yang sudah disepakati dan diajukan oleh warga maupun kelurahan dapat disetujui oleh pihak PT Air Minum Bandarmasih,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, menyampaikan apresiasi kepada Camat Banjarmasin Tengah beserta jajaran yang telah memfasilitasi audiensi tersebut.

Ia menjelaskan, terdapat enam kelurahan yang terdampak langsung akibat penurunan kualitas air yang berkaitan dengan tingginya salinitas air baku.

Menurut Zulbadi, hasil audiensi dan pembahasan di lapangan menunjukkan sebagian besar masyarakat memilih opsi penyediaan aliran air payau untuk kebutuhan dasar.

“Sebagian besar masyarakat memilih opsi satu, yaitu mengalirkan air payau tp lancar, khususnya untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus,” jelas Zulbadi.

Opsi tersebut menjadi salah satu langkah yang dibahas untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi krisis air baku dan tingginya salinitas yang terjadi.

Audiensi di Kecamatan Banjarmasin Tengah diharapkan menjadi langkah konkret untuk mempercepat penanganan dampak krisis air sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.