BANJARMASIN – PT Air Minum (PAM) Bandarmasih (Perseroda) bersama Pemerintah Kota Banjarmasin mengevaluasi produksi dan distribusi air bersih akibat meningkatnya kadar garam pada air baku di sejumlah sungai di Banjarmasin.
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, S.STP., M.Si., di IPA 2 Jalan Pramuka, Minggu (27/9/2026), dan dihadiri jajaran Direksi PAM Bandarmasih serta Komisaris Utama Edy Wibowo.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PAM Bandarmasih akan kembali mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan konsumsi ke wilayah terdampak mulai Selasa (29/9/2026) pukul 00.00 WITA. Penyaluran dilakukan dengan pengaturan waktu dan tekanan jaringan sesuai ketersediaan air.
Sekda meminta rencana distribusi disosialisasikan kepada masyarakat dan evaluasi pelayanan terus dilakukan. Sementara itu, usulan subsidi pembayaran rekening bagi pelanggan terdampak akan dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan kriteria pelanggan dan kemampuan anggaran.
“Subsidi sesuai kriteria dan kemampuan anggaran,” kata Ichrom.
Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi, S.Kom., M.M., mengatakan pola distribusi akan disesuaikan dengan kondisi air dan jaringan, sekaligus memperbanyak tandon di wilayah-wilayah yang mengalami krisis.
“Untuk wilayah terdampak seperti Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Barat, kami akan mengatur pola distribusi. Untuk wilayah krisis, kami siapkan dan memperbanyak tandon serta distribusi air melalui mobil tangki,” kata Zulbadi.
Komisaris Utama PAM Bandarmasih Edy Wibowo mengatakan persiapan distribusi dilakukan mulai Senin (28/9/2026). Pengaturan distribusi dapat menyebabkan penurunan debit atau tekanan air pada waktu tertentu.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan peninjauan produksi air bersih di IPA 2 PAM Bandarmasih. (*)