Connect with us

News

Hari Air Sedunia, PDAM Bandarmasih Ajak Masyarakat Lakukan Ini

Published

on

Gambar : Humas PDAM Bandarmasih, M. Nur Wakhid.

HABARPDAM.COM. BANJARMASIN – Hari Air sedunia, PDAM Bandarmasih ajak masyarakat untuk menghargai air dengan cara turut berkontribusi melapor ke Call Center apabila ingin membangun atau merenovasi rumah, agar dapat dibantu mengkondisikan jaringan pipa di lokasi.

Valuing Water sebagai tema Hari Air Sedunia pada tahun ini tentu selaras dengan realita yang ada, menurut Supervisor Humas, Nur Wakhid air sebagai sumber kehidupan sangat banhak memberikan dampak positif, salah satunya dalam hal kesehatan, sehingga sebisa mungkin sumber air bersih harus dijaga dengan baik.

“Bisa dengan tidak membuang sampah sembarang, tidak membuat air tersebut tercemar,” ucapnya.

Untuk PDAM Bandarmasih sendiri, dijelaskan Nur Wakhid terdapat dua sumber air bersih, yakni sungai martapura yang diambil di Sungai Bilu dan Sungai Tabuk, lalu air irigasi Riam Kanan yang diambil di Intake Pematang Panjang. Untuk kualitas sendiri, menurutnua hingga saat ini dapat dikatan standar, masih sesuai dengan ketentuan Departemen Kesehatan.

Namun diakuinya, memang terdapat satu waktu dimana skala NTU atau nilai kekeruhan air Sungai Martapura sangat tinggi, dugaan penyebabnya pun bermacam-macam, kemungkinan gundulnya hutan, pertambangan dan sebagainya. Menurutnya keadaan sumber air bersih saat ini belum begitu mengkhawatirkan walaupun memang dari tahun ke tahun asa penurunan kualitas air dari sumber Sungai Martapura.

“Untuk beberapa bulan ini yang kita andalkan yang dari riam kanan yang diambil di Intake Pematang Panjang,” ujar pria yang gemar motor trail ini.

Dalam kondisi seperti itu ia juga mengingatkan maayarakat bahwa kondisi alam tidak bisa hanya dijaga oleh pihaknya saja, namun harus bahu menbahu juga baik dari pemerinrah maupun masyarakat. Penjagaan lingkungan dapat dimulai dengan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, reboisasi hutan yang perlu dilakukan, dan juga tidak membuang limbah pabrik apabila belum diolah di instalasi pengolahan limbah terlebih dahulu.

Per tahun 2021, menurut departemen PU cakupan pelayanan PDAM Bandarmasih sudah mencapai 99% masyarakat Kota Banjarmasin. Perusahaan air minun ini pun telah banhak menerima penghargaan untuk hal itu, karena meskipun kota Banjarmasin dikelilingi oleh air, namun tetap sumber air utama masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari menggunakan air bersih PDAM Bandarmasih.

“Masyarakat sudah mulai sadar pentingnya air bersih dalam kegiatan sehari-hari, jika dahulu sering di pagi hari terlihat orang gosok gigi ataupun mandi di pinggir sungai, kini sudah sangat jarang terlihat,” jelasnya.

Untuk pemakaian air masyarakat Kota Banjarmasin saat ini, menurut Nur Wakhid apabila dilihat dari pemakaian termasuk dalam golongan standar, tidak boros namun tidak juga terlalu sedikit.

Dalam rangka Hari Air Sedunia, sesuai tema tahun ini yaitu Valuing Water, Nur Wakhid mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga air, baik air baku maupun yang telah diproduksi PDAM Bandarnasih, misalnya dengan meningkatman kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai, menggunakan air bersih secara bijak, tidak membuang air untuk hal yang tidak terlalu diperlukan.

“Kepada pihak-pihak yang memakai lahn di daerah hulu, bisa mempercepat dan menjaga kelestarian alam dengan reboisasi yang baik,” harapnya.

Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat berkontribusi secara aktif, apabila melihat ada kebocoran baik di dalam lingkungan rumah atau pun di luar lingkungan rumah agar segera melapor ke Call Center PDAM Bandarmasih di 0511 3252541 sehingga dapat dengan cepat ditanggulangi, menurutnya hal tersebut juga termasuk dalam Valuing Water, agar tidak semakin banyak air yang terbuang dalam kebocoran. Dengan cakupan pelayanan 99% di seluruh Kota Banjarmasin, tentu pengawasan kebocoran tidak bisa dilakukan dari perusahaan air minum itu saja.

Saat membangun atau merenovasi rumah pun, Nur Wakhid memita agar masyarakat menghubungi Call Center PDAM Bandarmasih untuk meminta pendampingan atau bantuan mengenai perpipaan, sebab terdapat beberapa kasus yang terjadi seperti pembangunan pagar yang menyebabkan merambatnya pohon sehingga menyumbat pengaliran air karena akar pohon yang secara perlahan masuk ke pipa dan menyumbat aliran air.

“Sekali lagi, apabila terlihat ada kebocoran kami sangat berterimakasih jika ada pelanggan yang melapor, karena hal tersebut menjadi salah satu realisasi dari Valuing Water,” tandasnya. (Ltf)