Connect with us

News

Pipa Tua dan Tekanan Air Lemah, Perlu Desain Ulang Jaringan

Published

on

Gambar : Manager Transmisi Distribusi 2 PDAM Bandarmasih, Ofillie Muda SE, MM.

HABARPDAM.COM, BANJARMASIN –Pipa tua hingga tekanan air yang lemah, khususnya di Banjarmasin Barat dan Utara, diperlukan lagi review jaringan DMA atau blok.

Diungkapkan Senior Manager Produksi dan Distribusi Walino ST, Salah satu penyebabnya, ketika mendesain hanya menghitung untuk jangka waktu sepuluh tahun.

“Sebagai contoh, DMA 101, umpamanya saat didesain cukup melayani seribu pelanggan atau rumah, namun saat ini daerah tersebut memiliki 1500 rumah. Sehingga perlu penanganan agar kapasitas jaringan yang melayani pelanggan bisa terpenuhi,” ujarnya

PDAM Bandarmasih sendiri dalam dua tahun ini mengalami penurunan pendapatan yang cukup drastis dan tidak mendapatkan penyertaan modal baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota dalam kurun waktu lima tahun belakangan.

Dengan kemampuan internal, PDAM Bandarmasih terus berkomitmen untuk konsisten melayani pelanggan.

Review jaringan pipa sendiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Penanggulangan kebocoran, percepatan distribusi dan sebagainya tetap dilakukan namun dengan skala prioritas dan sesuai dengan kemampuan.

Wilayah Banjarmasin Barat dan Tengah khususnya.

Untuk wilayah Banjarmasin Utara yang wilayah distribusinya dari Benua Anyar memang secara keseluruhan pelanggan tercover, tetapi pada wilayah bagian ujung Sungai Andai apabila ada perbaikan juga tekanan air sangat lemah.

Air yang didistribusikan reservoir sangat terbatas dan tidak bisa menambah lagi dari IPA 2 Pramuka ke Benua Anyar karena sumbernya berasal dari Pramuka, kapasitas transfernya sendiri sudah maksimal.

Menurut Walino akan lebih lancar dan normal apabila perusahaan air minum ini bisa memparalel pipa dari IPA 2 Pramuka sampai dengan simpang tiga Pramuka Veteran, tahap berikutnya lagi memparalel pipa dari Booster benua Anyar sampai dengan Soto Bang Amat.

“Apabila kita paralel keduanya ini, pasokan atau transfernya ke reservoir Benua Anyar terpenuhi dan distribusinya, daya hambat dari aliran pipa itu sendiri akan lemah,” terangnya.

Namun, lagi-lagi semua perencanaan terhalang karena kendala dana. Dikarenakan kemampuan PDAM Bandarmasih sangat terbatas, investasi diberlakukan skala prioritas.

“Oh sekarang hanya mampu di ujung-ujung memecah DMA atau jaringan blok, ya kita pecah,” tambahnya.

Walino pun mengungkapkan mereka juga tidak ingin ada pelanggan yang komplain mengenai air macet, karena menurutnya ketika jualan tidak lancar maka pendapatan juga tidak akan lancar.

Senior Manager Produksi dan Distribusi Walino ST serta Senior Manager Transimisi dan Distribusi 2 Ofillie Muda SE, MM pun menyayangkan pembatalan putusan penyesuaian sewa meter.

Walino juga menjelaskan sebenarnya hal itu bukan sewa meter melainkan pemeliharaan meter.

Di meternya sendiri ada stop keran, aksesoris dan sebagainya termasuk pipa yang dari titik sadap ada pemeliharannya. Saat ada kebocoran pada pipa 3/4, pergantian aksesoris maka ada pembelian barang.

“Ingin direalisasikan di situ, ya tapi lagi-lagi belum berhasil,” imbuhnya.

Bagaimanapun, PDAM Bandarmasih tetap berkomitmen dan konsisten memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan.

Dengan atau tanpa penyertaan modal, perusahaan plat merah ini tetap memiliki perencanaan dan jadwal untuk perbaikan pipa-pipa tua.

“Namun untuk realisasinya dilakukan secara bertahap, atau dengan skala prioritas,” imbuh Ofillie. (ltf)