HABARPAM.COM,
BANJARMASIN – Penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi perhatian dalam kegiatan Pelatihan Governance, Risk and Compliance (GRC) yang digelar di Golden Tulip Galaxy Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Selatan sebagai fasilitator. Hadir di antaranya Kurnia Sucita Sakti, Ak., M.Si., Korwas BPKP Wilayah Kalsel, bersama para fasilitator BPKP.
Dalam sambutannya, Kurnia menyampaikan bahwa penerapan prinsip GRC di tengah semakin kompleksnya dinamika organisasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk memastikan organisasi berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Menurutnya, tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang matang, serta kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kinerja organisasi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami konsep dan kerangka kerja GRC secara komprehensif, mengidentifikasi berbagai potensi risiko, serta melakukan langkah mitigasi dalam setiap proses kerja.
Kurnia juga menjelaskan bahwa BPKP memiliki tugas dalam pengawasan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara, daerah, dan lembaga lainnya. Selain melakukan audit, reviu, evaluasi dan pemantauan, BPKP juga melaksanakan sosialisasi, bimbingan teknis, konsultasi, serta pendidikan dan pelatihan di bidang pengawasan dan sistem pengendalian internal pemerintah.
Sementara itu, Komisaris Utama PAM Bandarmasih, Edy Wibowo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dalam mendukung peningkatan pelayanan publik sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan daerah.
Ia menilai, kinerja pelayanan publik dan keberlanjutan perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras, tetapi harus ditopang fondasi tata kelola yang kuat.
Edy menjelaskan, penerapan GRC memiliki peran strategis. Governance memastikan arah dan kepemimpinan organisasi berjalan tepat, risk management membantu mencegah potensi kerugian maupun kegagalan, sedangkan compliance memastikan seluruh kegiatan perusahaan tetap berada dalam koridor hukum dan ketentuan yang berlaku.
Ia berharap pelatihan tersebut menjadi ruang pembelajaran aktif bagi seluruh peserta untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat budaya sadar risiko di lingkungan kerja.
Edy juga mengajak peserta memanfaatkan momentum pelatihan untuk berkonsultasi dan berdiskusi dengan para ahli dari BPKP, sehingga setiap pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai aturan, ketentuan, serta visi dan misi perusahaan.
Menurutnya, upaya membawa PAM Bandarmasih menuju kinerja terbaik membutuhkan proses dan tidak dapat dicapai hanya dalam waktu satu atau dua tahun. Karena itu, generasi penerus di lingkungan perusahaan diharapkan mampu melanjutkan proses perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Edy Wibowo secara resmi membuka pelatihan GRC dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman jajaran perusahaan mengenai tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan, sehingga dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.