Connect with us

Layanan

Susur Sungai Barito, PDAM Intensif Pantau Intrusi Air Laut Antisipasi Gangguan Air Baku

Published

on

HABARPAM.COM, BANJARMASIN – Menghadapi potensi meningkatnya intrusi air laut saat musim kemarau, jajaran pengolahan air baku melaksanakan kegiatan susur Sungai Barito.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pemantauan kadar garam di sepanjang aliran sungai guna memastikan pasokan air baku tetap aman untuk diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.

Supervisor Pengolahan, Yoni Setiawan, menjelaskan pada saat dijumpai dikantor PT Air Minum Bandarmasih
Senin 3 Agustus 2026 bahwa susur sungai dilakukan berdasarkan hasil pemantauan laboratorium terhadap kadar garam di beberapa titik pengamatan.

Sebelumnya, kadar garam di kawasan Trisakti sempat tercatat sekitar 1.000 PPM, sedangkan di wilayah RK Ilir berada di kisaran 350 PPM.
Menurutnya, jarak antara RK Ilir dan Sungai Bilu sekitar lima kilometer. Apabila muka air Sungai Barito terus mengalami penurunan akibat kemarau panjang, intrusi air laut diperkirakan akan bergerak hingga mencapai Sungai Bilu.

“Susur Sungai Barito ini merupakan kegiatan pemantauan untuk mengetahui sejauh mana intrusi air laut telah masuk. Dari hasil itu kami bisa menentukan langkah antisipasi sebelum kadar garam mencapai titik yang membahayakan proses pengolahan air,” ujar Yoni.
Ia menjelaskan, apabila terdapat indikasi kadar garam mulai meningkat, perusahaan akan menyiapkan berbagai langkah mitigasi, salah satunya mengoperasikan pompa booster di Instalasi Pengolahan Air (IPA) sebagai sistem blending atau pencampuran air baku agar kadar garam dapat ditekan.

Menurut Yoni, batas maksimal kadar garam yang dapat masuk ke sistem pengolahan adalah 250 PPM. Karena itu, ketika hasil pemantauan menunjukkan angka mendekati 200 PPM dan kondisi air masih pasang, petugas langsung melakukan persiapan agar kadar garam tidak melampaui ambang batas.

“Dengan sistem blending menggunakan pompa booster, kadar garam sekitar 200 PPM bisa diturunkan menjadi sekitar 100 PPM sehingga masih aman untuk diproses menjadi air bersih,” jelasnya.

Selain menyiapkan pompa booster, pihaknya juga memastikan kesiapan sarana pendukung lainnya, mulai dari pompa pengambilan air, genset, jaringan energi listrik hingga ketersediaan air irigasi sebagai sumber air baku alternatif.

Yoni mengatakan kegiatan susur Sungai Barito merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap musim kemarau panjang, terutama ketika hasil pemeriksaan laboratorium mulai menunjukkan adanya kandungan garam di titik-titik pemantauan.

Hingga saat ini, kondisi air baku masih dalam kategori aman. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, kadar garam di Sungai Bilu masih berada di kisaran 100 PPM, jauh di bawah ambang batas pengolahan.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap bijak menggunakan air apabila sewaktu-waktu kadar garam meningkat akibat faktor alam.
“PDAM akan berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Namun apabila kondisi alam menyebabkan kadar garam melampaui batas dan proses blending tidak lagi mencukupi, kami mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air serta menyiapkan tandon sebagai cadangan di rumah.

Kadar garam biasanya terjadi saat air pasang sekitar enam jam, setelah surut air masih dapat kembali diolah,” tutup Yoni.