Kepedulian

PAM Bandarmasih Tambah Kiriman Air Bersih ke Alalak Tengah, Dirut Serahkan Langsung Bantuan Dua Tandon

Published

on

HABARPAM.COM, BANJARMASIN – Menyikapi aspirasi masyarakat Kelurahan Alalak Tengah Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin, khususnya lingkungan Masjid Jami Tuhfaturroghibin atau Masjid Kanas RT 15, PT Air Minum (PAM) Bandarmasih menambah pasokan air bersih serta dua tandon.

Kebijakan ini dilakukan mulai Selasa (13/10/2026) sebagai tindaklanjut atas hasil pertemuan antara PAM Bandarmasih yang diwakili Sekretaris Perusahaan Ali Fathir dan masyarakat di Sekretariat Forkot Banjarmasin pada Senin (12/10/2026) malam. Pertemuan juga dihadiri Ketua Forkot Banjarmasin Syarifudin Nisfuady atau Kai Nisfu dan Ketua Forum Masyarakat Peduli Air (FMPA) Kalimantan Selatan Andi Supian

Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi bahkan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memberikan bantuan tandon bagi warga yang membutuhkan.

Langkah tersebut mendapat apresiasi Ketua RT 15 Fatahillah. “Kami atas nama warga Alalak Tengah RT 15 Masjid Kanas mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dirut PAM Bandarmasih yang mau berkunjung ke tempat kami sekaligus memberikan bantuan tandon untuk warga yang sangat memerlukannya,” ucapnya.

Fatahillah juga menyampaikan air leding di wilayahnya mulai mengalir kembali, meskipun belum seluruh rumah mendapatkannya secara penuh.

Sedang Ketua Forum Masyarakat Peduli Air (FMPA) Kalimantan Selatan, Andi Supian, menyampaikan pemberitaan salah satu media online di Banjarmasin mengenai rencana demonstrasi warga Alalak Tengah mengenai air bersih perlu dilihat secara utuh.

Sebelum berita tersebut menjadi perhatian publik, telah berlangsung pertemuan membahas kebutuhan warga dan menghasilkan kesepakatan yang ditindaklanjuti oleh PAM Bandarmasih.

“Persoalan air bersih sudah dibicarakan bersama dalam pertemuan pada 12 Oktober 2026. Ada pembahasan mengenai kebutuhan tandon dan pengiriman air menggunakan mobil tangki. Penanganan yang sudah dilakukan PAM Bandarmasih juga perlu disampaikan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh,” ujar Andi Supian.

Andi menilai komunikasi yang telah terbangun melalui pertemuan tersebut perlu menjadi bagian dari pemberitaan agar publik mengetahui bahwa persoalan warga tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi juga diikuti langkah penanganan konkret.

Menurutnya, komunikasi antara masyarakat, pengurus lingkungan, organisasi masyarakat, dan pihak perusahaan perlu terus dijaga untuk mendukung penyelesaian persoalan pelayanan secara konstruktif. (*)

Populer

Exit mobile version