Connect with us

Hobi

PAM Bandarmasih Tegaskan Petugas Berseragam dan Bawa Surat Tugas Sikapi Maraknya Pencurian Meteran

Published

on

HABARPAM.COM, BANJARMASIN – Pencurian meteran air leding kembali marak di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Berkaitan dengan persoalan tersebut, PT Air Minum (PAM) Bandarmasih mengingatkan kepada pelanggan untuk mewaspadai tamu yang berkedok petugas dari perusahaan ini.

“Saat ini marak kasus pencurian dan penggantian meteran secara ilegal oleh oknum yang mengatasnamakan petugas PAM Bandarmasih,” kata Supervisor Humas PAM Bandarmasih Murjani SE, Senin (19/10/2026). Pelanggan pun diimbaunya mengenali petugas PAM Bandarmasih.

Murjani menekankan petugas PAM Bandarmasih selalu memakai seragam perusahaan atau Pedami, yang merupakan koperasi karyawan. Petugas juga dilengkapi atribut seperti kartu pengenal dan surat tugas.

“Pastikan tanda pengenal terdapat nama, foto dan nomor identitas yang jelas,” tambah Murjani.

Sudah menjadi prosedur tetap (protap), petugas wajib membawa dan menunjukkan surat tugas resmi kepada pelanggan di awal kedatangan. Di sana tercantum divisi atau bagian tempatnya bertugas.

Jika yang menjadi persoalan adalah meteran, maka petugas dipastikan membawa alat pembaca meteran dan perlengkapan tera yang standar.

Jika terdapat orang yang mengaku petugas PAM Bandarmasih namun mencurigakan atau tidak dapat menunjukkan identitas dan surat tugas resmi, Murjani meminta pelanggan segera melaporkannya baik melalui telepon atau langsung ke kantor terdekat.

“Pelanggan bisa lapor ke nomor Whatsapp Center 0811515146 atau Call Center 05113252541,” kata Murjani

Beberapa waktu terakhir, pencurian meteran air kerap terjadi di Kompleks Banjar Indah Permai, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dalam sebuah wawancara dengan media massa pada Senin (5/10/2026), Ketua RT 13 RW 2, Banjar Indah Permai, Kelurahan Pemurus Dalam, H Amril Faroch, mengatakan laporan kehilangan meteran air datang dari sejumlah warganya. “Ada puluhan warga kehilangan meteran air,” ujarnya.

Pelaku biasanya beraksi dengan cepat dan kerap pada malam hingga dini hari saat kondisi lingkungan sepi.
Aksi pencurian tersebut merugikan warga karena aliran air terputus, harus melapor ke PAM Bandarmasih, menunggu penggantian meteran hingga bisa membuat tagihan air membengkak.

Amril pun mengimbau warganya agar lebih waspada dan meningkatkan keamanan lingkungan.
Warga disarankan memasang pengaman meteran air berupa kotak besi terkunci atau terali pengaman. (*)