Connect with us

Layanan

PDAM Bandarmasih Upayakan Secepatnya Kembalikan Kualitas Air Tetap Jernih Bagi Pelanggan Sungai Lulut

Published

on

Gambar : Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, H. Supian, ST, MT

HABARPDAM.COM. BANJARMASIN – Seminggu terakhir ini pasca banjir, masyarakat Sungai Lulut yang membutuhkan air bersih justru dihadapkan dengan kondisi air yang keruh. PDAM Bandarmasih terus berupaya untuk menangani kondisi ini.

Menurut Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, H Supian, ST., MT penurunan kualitas air ini disebabkan tercampurnya air baku dengan air gambut sehingga terjadi perubahan struktur air yang cukup drastis, yang mana dalam proses pengolahan air menghasilkan warna yang tidak sesuai dengan harapan. Air baku yang dimaksud ialah yang berada di depan Intake Sungai Lulut itu sendiri.

“Kalau awalnya air pasang, saat banjir itu air gambut kurang turun, karena dia dari sungai martapura. Sekarang posisi air surut, karena air martapura yang naik ke lahan gambut ketika surut dia turun jadi dia ini mengikuti. Nah itulah yang terjadi sekarang, kalau saat banjir kemarin justru tidak terlalu masalah karena kualitasnya masih dapat kita olah,” jelasnya.

Namun ia memastikan bahwa air keruh yang didapat masyarakat Sungai Lulut selama beberapa hari ini masih tergolong aman dan layak digunakan. Untuk pemulihan kualitas air ini, Supian menjelaskan langkah pertama yang akan mereka ambil ialah menginjeksi air baku dengan soda ash.

“Saat ini kamii sudah dapat informasi bahwa pompa telah dipasang, untuk bisa menetralkan kembali air baku yang kita dapatkan saat ini. Mudah-mudahan dengan langkah pertama ini sudah bisa mengembalikan pada kondisi normal,” harapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil dari upaya ini dapat dilihat dalam waktu satu hingga dua hari ke depan, apabila tidak berhasil, maka alternatif berikutnya yang akan mereka lakukan ialah memenuhi kapasitas air baku yang dibutuhkan Intake Sungai Lulut dari IPA 2 Pramuka.

Gambar : Suasana terkini di Intake Sungai Lulut Pasca Banjir.

Saat ini Intake Sungai Lulut memiliki dua sumber air baku, yakni didepan intake itu sendiri dan satunya lagi di Pramuka. Apabila salah satu sumber sudah tidak bisa dipakai maka otomatis mereka menggunakan sumber yang tersisa. Supian mengakui bahwa tindakan tersebut juga membutuhkan waktu karena harus memperhatikan kesanggupan pipa.

“Harus diperhatikan lagi apakah pipa cukup untuk menambah kesana, kalau ternyata tidak cukup berarti mau tidak mau kita juga harus menambah pipa,” ujar pria yang juga menjadi pembina Klub Panahan itu.

Direktur Operasional PDAM Bandarmasih ini juga menyampaikan permohonan maafnya kepada pelanggan yang mengalami penurunan kualitas air ini khususnya di Sungai Lulut.

“Tim dari PDAM Bandarmasih akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan kualitas tersebut walaupun saat ini baru pasca musibah, jadi kami mohon maaf kepada pelanggan dan mohon bersabar sebentar karena akan terus kami upayakan pelayanan seoptimal mungkin,” ucapnya.

Saat berita ini diturunkan, pengolahan air di Intake Sungai Lulut sudah berhasil diolah dan kembali normal, hanya tinggal sisa-sisa yang terdapat di pipa dan akan dilakukan flushing. (ltf)