Connect with us

Gaya Hidup

Salurkan Bantuan ke Desa Sawahan Barito Kuala, Begini Perjuangan Sampai ke Lokasi

Published

on

Gambar : Humas PDAM Bandarmasih Nur Wakhid.

HABARPDAM.COM. BANJARMASIN – Banjir yang melanda kota beberapa daerah di Kalsel berangsur surut, namun hingga kini terdapat beberapa daerah yang masih tergenang air banjir.

PDAM Bandarmasih, selain menyediakan air bersih dengan tandon di beberapa posko pengungsian maupun dapur umum untuk masyarakat yang membutuhkan di musibah ini ternyata juga turut berkontribusi memberikan bantuan dalam bentuk donasi sembako.

Mushola As-Salam milik perusahaan air minum ini mengumpulkan donasi dari kalangan karyawannya. Direktur Utama Ir Yudha Achmady, Direktur Operasional H Supian ST., MT dan juga pejabat lainnya pun turut ikut serta.

Komunitas Alumni SMP 1 Muhammadiyah Yogyakarta juga turut bergabung dalam donasi bantuan ini. Mereka memberikan minuman siap seduh seperti kopi, wedang, sekoteng dan sebagainya sehingga ketika digabung dengan sembako dari PDAM Bandarmsih, bantuan yang diterima oleh masyarakat cukup banyak.

Donasi ini diserahkan kepada para korban terdampak banjir di Desa Sawahan, Barito Kuala pada Minggu siang (07/02/2021) dalam bentuk sembako yang disalurkan melalui Asosiasi Juri Drumband.

Ketua Rt setempat sebagai perwakilan yang menerima bantuan menuturkan rasa terima kasihnya atas donasi yang diberikan karena telah membantu warganya yang terdampak banjir.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban bubuhan pian semua dalam menghadapi musibah ini,” ucap Humas PDAM Bandarmasih Nur Wakhid.

Nur Wakhid sebagai perwakilan yang menyerahkan donasi ini juga menceritakan bahwa perjalanan untuk sampai ke lokasi tersebut tidaklah mudah. Yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu setengah jam kini dapat memakan waktu hingga dua jam. Penyebabnya, dikarenakan terputusnya poros jalan A Yani di Mataraman.

“Sehingga akibat dari putusnya akses jalan tersebut terjadilah kemacetan yang luar biasa di daerah cerbon atau sungai gampa,” ujarnya.

Agar sampai ke Desa Sawahan pun, Nur Wakhid menjelaskan bahwa mereka juga harus menempuh hingga satu kilometer dengan berjalan kaki dengan membawa bantuan donasi yang ditarik menggunakan ban ucus dan juga diangkat dengan tandu. (ltf)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *