Connect with us

Layanan

Produksi Air Bersih Hingga Distribusi ke Pelanggan Tak Simsalabim

Published

on

HABARPDAM.COM, BANJARMASIN – Pipa dirancang untuk waktu jangka waktu tertentu, dalam melakukan produksi air bersih, banyak faktor yang dipertimbangkan.

Senior Manager Produksi dan Walino ST menjelaskan, dalam hal produksi, semua memiliki umur teknisnya tak terkecuali dalam jaringan pipa.

Senior Produksi dan Distribusi Walino ST menjelaskan dalam mendesain pipa, banyak berbagai faktor yang menjadi pertimbangannya, diantaranya kesediaan biaya. Saat itu biaya mencukupi untuk tercover untuk 10 tahun, lalu diestimasi lah jumlah yang akan dilayani dalam sepuluh tahun perkembangannya akan sebesar apa.

Dengan analisis-analisis yang telah dilakukan, maka akan dapatlah berapa diameter pipa yang harus dipasang, berapa panjang pipa dan sebagainya.

“Kenapa hanya kami desain sepuluh tahun, ya karena berhubungan dengan budget. Pada waktu ituk kalau kita desain untuk 50 tahun yang akan datang tentu berbeda dengan yang di desain untuk 10 tahun, ada faktor yang mempengaruhi gambar desain untuk waktu-waktu tertentu,” jelasnya.

Untuk tahapan berikutnya, setelah 10 tahun akan berkembang lagi, ia mencontohkan umpamanya seperti zona, kini terpasang hanya 10 kilo, tetapi semua zona belum terpenuhi dan masih bertahap lagi sampai ke tahun yang ditentukan, ketika sudah maksimal maka harus direview.

Review jaringan bisa dengan berbagai cara, bisa disambung atau bahkan dikurangi.

“Misalnya didesain untuk cukup hingga 1500 sambungan rumah, sekarang sudah lebih daripada umur desain, kita tinjau kembali ada berapa rumah di lokasi tersebut,” jelasnya.

Selain itu faktor lain yang turut mempengaruhi ialah konsumsi pelanggan. Misalnya ketika di desain, estimasi sebanyak 18 m3, kini jadi 30 m3 sehingga otomatis yang sudah didistribusikan akan kurang, selain itu juga macet mempengaruhi.

“Akibatnya pendistribusian kurang, solusinya bisa kita perkecil wilayah tersebut atau perbesar diameter, tergantung pilihan yang ada,” ucapnya.

Yang paling mendasar memang alasannya karena biaya yang tersedia, misal saat ini tersedia dana dengan jumlah sekian, lalu tapping atau menyambung area yang jaringannya sekian, sehingga di desain lah satu zona tersebut.

“Biaya sekian, yang mau kita rencanakan begini, hanya cukup segini. Untuk ukuran diameter untuk perkembangan ke depan umur ke sekian itu berapa masih bisa tercover apa tidak,” ujarnya.

Walino menjelaskan perihal macet air atau tekanan lemah pada prinsipnya jaringan yang ada tidak lagi mampu lagi memenuhi keperluan pelanggan di suatu wilayah dikarenakan beberapa hal. Pertama, kemungkinan besar konsumsinya meningkat. Kedua, jumlah sambungan atau hunian bertambah.

Selain itu juga terdapat faktor lain dalam maintenance atau perawatan, misalnya ada kemungkinan aksesoris yang menyebabkan pengecilan diamater yang berubah, ada endapan atau kerak dalam pipa, lalu karena kebocoran.

“Jadi tidak 100 persen macet dikarenakan dimensi pipa yang tidak cukup, banyak sekali faktor lainnya tetapi penyebab macet air salah satunya bisa jadi karena diameter pipa,” jelasnya.

Mengenai desain pipa, menurut Walino memang pada umumnya seluruh Indonesia membuat PDAM secara bertahap, tidak mungkin satu bagian besar 100 persen langsung tercover seluruh area terlayani.

“Desain tidak hanya dilakukan sekali, waktu itu desain yang berkembang di Banjarmasi Barat khususnya, utara belum sedemikian rupa. Kini dengan berkembangnya Sungai Andai menjadi hunian itu turut mempengaruhi umur desain tadi,” ujar Senior Manager Produksi dan Distribusi itu.

Walino juga turut berterima kasih terhadap kritik dan saran yang membangun dari para pelanggan, karena sangat membantu untuk evaluasi. Namun memang perlu diketahui segala sesuatu banyak yang berhubungan erat dengan stakeholder, biaya dan sebagainya ada disana.

Perihal keterlambatan atau kekurangan menurutnya mereka selalu berusaha untuk membenahi.

“Ada komplain dan sebagainya pasti akan kami tindak lanjuti, kami akan tetap terus mengevaluasi diri,” pungkasnya. (ltf)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *